Saling Mencintai Namun Tidak Bisa Bersama

image

Saling sayang dan saling cinta, bukan jaminan untuk dapetin kebahagiaan. Bahkan, banyak diantara mereka yang harus memeluk erat kaktus karena tidak bisa bersama.

Saat seseorang berkata bahwa mencintainya saja sudah cukup, sudah dapat dipastikan kalo dia adalah seorang pengecut.

Seorang pengecut tidak akan pernah berani mendapatkan sesuatu yang mereka anggap tidak mungkin. Dia menganggap bahwa mencintainya saja sudah membuat dirinya bahagia.

Namun, bagaimana mungkin kita bisa bahagia, saat kita tidak bisa memiliki orang yang kita cintai.

Tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang merasa bahagia, saat mereka tidak bisa memiliki orang yang mereka cintai. Kecuali mereka belum lahir.

Mungkin, mereka yang merasa bahagia meskipun tidak bisa memiliki orang yang dicintainya, saat masih berbentuk sel sperma, dia adalah sel sperma yang pernah ditolak sama sel telur.

Atau mungkin, dia adalah sel sperma yang berada di paling belakang saat tawuran antar sel sperma.

Mereka yang saling mencintai namun tidak bisa bersama, selalu mempekerjakan otaknya untuk berimajinasi. Karena dengan berimajinasi, mereka bisa selalu bersama.

Namun, berimajinasi pun tidak cukup buat mereka untuk melepas rindu satu sama lain. Akhirnya mereka yang tidak bisa bersama, lebih banyak menghabiskan waktu luangnya untuk tidur.

Harapan dari tidur yang mereka lakukan, sudah dapat kita tebak secara logika. Mereka ingin bertemu dan duduk bersebelahan, sembari sesekali bertukar cerita di dalam mimpi. Meskipun hanya dalam mimpi, setidaknya mereka bisa saling memiliki satu sama lain.

Orang yang saling mencintai dan menyayangi, namun tidak bisa saling memiliki, mempunyai harapan yang sama. Mereka berharap orang yang dicintainya selalu bahagia.

Tapi pada nyatanya, mereka sama-sama saling merasa sedih saat satu diantara mereka bahagia bersama orang lain.

Cinta memang bukan sekedar memiliki. Namun, layaknya kita memiliki orang yang kita cintai.

Saat mata tidak bisa melihat, kita masih punya telinga untuk mendengar. Saat telinga tidak bisa mendengar, kita masih punya hati untuk merasakannya. Itulah mengapa Tuhan menciptakan hati untuk kita, agar bisa merasakan kasih sayang dari orang yang kita cintai.

Dia yang berusaha keras untuk mendapatkan orang yang dicintainya, akan mengubah duri-duri kaktus menjadi benang sutra.

Advertisements