Cabe-cabean

Kata orang, makin kesini jaman makin edan. Gua sendiri setuju, kenapa? Bayangin aja, dari yg jaman dulu-dulu banget ada istilah jablay dan sekarang ada cabe. Iya bener, cabe-cabean.

Kata orang sih.. ini kata orang ya, bukan kata gua. Katanya cabe-cabean itu cewek-cewek anak SMA yang pake pakeannya kayak penjagaan wilayah teritorialnya Amerika Serikat. Ketat.

 

Kita semua kayaknya udah mulai familiar sama kata indah yg berasal dari 4 huruf, yaitu: cabe.

Gua mau ngasih tau contoh cabe-cabean secara umum:

1. Ngaca setiap ganti jam pelajaran.

2. Setiap istirahat dan mau ke kantin, selalu make bedak biar keliatan mulus mukanya. Padahal malah bikin warna muka sama warna lengan kontras banget.

3. Pake rok selalu di atas mata kaki. Menurut gua sih tanggung, mending sekalian di atas  lutut. Biar hot, hot sekalian. Jadi cabe kok setengah-setengah.

 

Mungkin masih banyak lagi contoh cabe-cabean. Mungkin kalian yang lebih tau. Intinya, cabe-cabean itu disebabkan oleh kurangnya perhatian. Gua sih berharap cabe-cabean ini cukup sampe kaula muda aja. Iyalah, bayangin kalo sampe ngerambah ke nenek-nenek. Bukan cabe-cabean lagi namanya, tapi cabe keriting.

Problematika Cinta

Matahari terasa dingin jika aku selalu dekat denganmu, begitu pula dengan angin malam yang terasa hangat bila denganmu. Aku selalu berharap hal seperti ini selalu ada pada diri kita, entah sampai kapan pun itu.

Secangkir teh hangat menemani malam sepiku saat itu, tanpa engkau di sisi kanan, maupun kiri ku. Hanya tetesan air yang terdengar kala itu, dan gemuruh langit yang sedang berseteru. Aku baru merasakan hal seperti ini selama denganmu, kamu menghilang tiba-tiba dari diriku.

Orang bilang sayang itu selalu ada disaat kita sepi, selalu ada disaat kita butuh, selalu ada disaat kita merindukan senyuman dan pelukan hangatnya.  Malam itu sangat menyiksa ku, membuat aku terpaku  meratapi cinta sejatiku. Yang aku inginkan hanyalah dia, dia yang selalu ada disaat aku senang maupun sedih. Aku juga hanya ingin engkau yang menerima aku apa adanya, bukan ada apanya.

Aku lebih senang dengan dia yang selalu menghargai keadaan, tanpa pandang masa lalunya. Karena masa lalu hanyalah yang lalu, tidak dapat terulang kembali. Seperti masa-masa kita yang dulu pernah ada. Aku akui memang aku salah, engga ada di samping kamu saat itu. Tapi, percayalah kasih, aku tulus menyayangimu. Orang bilang sayang itu ga harus memiliki, orang bilang juga sayang itu harus selalu ada disaat dia membutuhkan.

Hal yang seperti ini adalah hal yang sangat membingungkan, terdapat dua(2) opini yang berbeda. Aku sadar cinta adalah misteri yang engga pernah kita tau kapan berakhirnya, karena cinta itu engga bisa ditebak seperti pilihan ganda di soal ujian. Aku selalu menanyakan apa yang terjadi hingga engkau meninggalkanku begitu saja, kepastian kamu tidak kunjung datang. Mungkin dia memang lebih baik dari aku, dia selalu membuat mu bahagia. Tapi, aku engga pernah membuatmu menangis seperti apa yang dilakukan terhadapmu, sayang. Tolong, tolehkan kepalamu, ada aku disini. Aku yang selalu ada disaat kamu membutuhkanku, selalu ada disaat kau merindukanku, selalu ada disaat kau menginginkanku. Kembalilah kepadaku, aku akan membahagiakanmu. Selama jantung ini masih berdetak dan kaki ini kuat untukku berjalan, aku akan slalu ada disampingmu, selamanya.